Sunday, 24 June 2012

Pengertian dan Penjelasan tentang laut




A.PENGERTIAN LAUT
     Laut adalah kumpulan air asin yang sangat banyak dan luas di permukaan bumi yang memisahkan atau menghubungkan suatu benua dengan benua lainnya dan suatu pulau dengan pulau lainnya.

B.AIR LAUT
     -Rasa Air Laut(Mengapa Rasa Air  Laut Asin?)
       Jika membahas tentang laut,pasti tidak jarang kita temukan pertanyaan Mengapa air laut rasanya asin?Jawabannya adalah:
       Sebetulnya rasa asin pada air laut berasal dara daratan , kronologisnya begini. Pasa saat terjadi hujan didaratan air akan meresap dalam tanah dan sedikit demi sedikit akan keluar lagi melalui sungai-sungai dam akhirnya mencapai laut . Nah pada saat perjalanan menuju ke laut tersebut air dari daratan juga membawa garam-garam mineral sehinga laut dipenuhi garam-garam mineral.
       Kita mengetahui laut mempunyai permukaan yang sangat luas sehingga hal ini menjadi salah satu faktor penguapan yang cukup besar , pada saat air laut menguap yang menguap hanyalah H2O (air ) sedang garam garam mineral tetap tinggal bersama air laut ,begitulah sehinggga air laut rasanya asin . Kadar keasinan air laut ini dipengaruhi oleh faktor suhu, biasanya semakin panas daerah tersebut air lautnya semakin asin.
       Lalu kenapa air di danau itu tidak berasa asin padahal airnya juga dari daratan? Jawabanya karena permukaan air danau tidak cukup luas sehinggga penguapannya tidak begitu besar, maksudnya air yang menguap dengan air yang masuk ke danau masih balance dan sumber mineralnya sangat terbatas beda dengan laut yang sumber mineralnya dari berbagai penjuru dunia menjadi satu.

     -Kandungan Garam Dalam Air Laut
       Air laut memiliki kadar garam rata-rata 3,5%. Artinya dalam 1 liter (1000 mL) air laut terdapat 35 gram garam (terutama, namun tidak seluruhnya, garam dapur/NaCl).
       Walaupun kebanyakan air laut di dunia memiliki kadar garam sekitar 3,5 %, air laut juga berbeda-beda kandungan garamnya. Yang paling tawar adalah di timur Teluk Finlandia dan di utara Teluk Bothnia, keduanya bagian dari Laut Baltik. Yang paling asin adalah di Laut Merah, di mana suhu tinggi dan sirkulasi terbatas membuat penguapan tinggi dan sedikit masukan air dari sungai-sungai. Kadar garam di beberapa danau dapat lebih tinggi lagi.
       Air laut memiliki kadar garam karena bumi dipenuhi dengan garam mineral yang terdapat di dalam batu-batuan dan tanah. Contohnya natrium, kalium, kalsium, dll. Apabila air sungai mengalir ke lautan, air tersebut membawa garam. Ombak laut yang memukul pantai juga dapat menghasilkan garam yang terdapat pada batu-batuan. Lama-kelamaan air laut menjdai asin karena banyak mengandung garam.

C.JENIS-JENIS LAUT
     -Menurut Proses Terjadinya
     Ada beberapa jenis laut di bumi ini,dan menurut proses terjadinya kita mengenal adanya Laut Transgresi,Laut Ingresi juga Laut Regresi.
       1.Laut Transgresi
      Laut transgresi adalah laut yang terjadi karena adanya perubahan permukaan laut secara positif (secara meluas). Perubahan permukaan ini terjadi karena naiknya permukaan air laut atau daratannya yang turun, sehingga bagian-bagian daratan yang rendah tergenang air laut. Perubahan ini terjadi pada zaman es. Contoh laut jenis ini adalah laut Jawa, laut Arafuru dan laut Utara.
2.Laut Ingresi
      Laut ingresi adalah laut yang terjadi karena adanya penurunan tanah di dasar laut. Oleh karena itu laut ini juga sering disebut laut tanah turun. Penurunan tanah di dasar laut akan membentuk lubuk laut dan palung laut. Lubuk laut atau basin adalah penurunan di dasar laut yang berbentuk bulat. Contohnya lubuk Sulu, lubuk Sulawesi, lubuk Banda dan lubuk Karibia. Sedangkan Palung Laut atau trog adalah penurunan di dasar laut yang bentuknya memanjang. Contohnya palung Mindanau yang dalamnya 1.085 m, palung Sunda yang dalamnya 7.450 m, palung Jepang yang dalamnya 9.433 m serta palung Mariana yang dalamnya 10.683 m (terdalam di dunia).
3.Laut Regresi
      Laut regresi adalah laut yang menyempit. Penyempitan terjadi karena adanya pengendapan oleh batuan (pasir, lumpur dan lain-lain) yang dibawa oleh sungai-sungai yang bermuara di laut tersebut. Penyempitan laut banyak terjadi di pantai utara pulau Jawa.

     -Menurut Letaknya
     Berdasarkan letaknya,Laut dibedakan menjadi tiga,yaitu Laut Tepi,Laut Pertengahan dan Laut Pedalaman.
1.Laut Tepi
                 Laut Tepi adalah laut yang terletak di tepi benua (kontinen) dan seolah-olah terpisah dari samudera luas oleh daratan pulau-pulau atau jazirah.Contohnya laut Cina Selatan dipisahkan oleh kepulauan Indonesia dan kepulauan Filipina.
2.Laut Pertengahan
     Laut pertengahan adalah laut yang terletak di antara benua-benua. Lautnya dalamdan mempunyai gugusan pulau-pulau. Contohnya laut Tengah di antara benua Afrika-Asia dan Eropa, laut Es Utara di antara benua Asia dengan Amerika dan lain-lain.
3.Laut Pedalaman
     Laut pedalaman adalah laut-laut yang hampir seluruhnya dikelilingi oleh daratan. Contohnya laut Kaspia, laut Hitam dan laut Mati.
    
     -Menurut Kedalamannya
     Dalam kategori ini laut dibedakan berdasarkan 4 wilayah(zona),yaitu Zona Lithoral, Zona Neritic, Zona Bathyal dan Zona Abysal.
       1.Zona Lithoral
                 Zona lithoral adalah wilayah pantai atau pesisir atau shore. Di wilayah ini pada saat air pasang akan tergenang air dan pada saat air laut surut berubah menjadi daratan. Oleh karena itu wilayah ini sering juga disebut wilayah pasang-surut.
2.Zona Neritic
     Zona neritic adalah dari batas wilayah pasang surut hingga kedalaman 150 m. Pada zona ini masih dapat ditembus oleh sinar matahari sehingga pada wilayah ini paling banyak terdapat berbagai jenis kehidupan baik hewan maupun tumbuh-tumbuhan. Contoh laut Jawa, laut Natuna, selat Malaka dan laut-laut di sekitar kepulauan Riau.
3.Zona Bathyal
     Zona bathyal adalah wilayah laut yang memiliki kedalaman antara 150 m hingga 1800 m. Wilayah ini tidak dapat tertembus sinar matahari, oleh karena itu kehidupan organismenya tidak sebanyak yang terdapat di wilayah Neritic.
4.Zona Abysal
     Zona abysal adalah wilayah laut yang memiliki kedalaman lebih dari 1800 m. Di wilayah ini suhunya sangat dingin dan tidak ada tumbuh-tumbuhan. Jenis hewan yang dapat hidup di wilayah ini sangat terbatas.

D.PENGUKURAN KEDALAMAN LAUT
     Ada dua cara yang dapat ditempuh untuk mengukur kedalaman laut, yaitu dengan menggunakan teknik bandul timah hitam (dradloading) dan teknik Gema duga atau Echo Sounder atau Echoloading.
     1.Teknik Bandul Timah Hitam (dradloading)
       Teknik ini ditempuh dengan menggunakan tali panjang yang ujungnya diikat dengan bandul timah sebagai pemberat. Dari sebuah kapal tali diturunkan hingga bandul menyentuh dasar laut. Selanjutnya panjang tali diukur dan itulah kedalaman laut. Cara ini sebenarnya tidak begitu tepat karena tali tidak bisa tegak lurus akibat pengaruh arus laut. Di samping itu kadang-kadang bandul tidak sampai ke dasar laut karena tersangkut karang. Cara ini juga memerlukan waktu lama. Namun demikian cara ini memiliki kelebihan yaitu dapat mengetahui jenis batuan di dasar laut, suhu dan juga mengetahui apakah di dasar laut masih terdapat organisme yang bisa hidup.
     2.Gema duga atau Echo Sounder atau (Echoloading)
             Penggunaan teknik ini didasarkan pada hukum fisika tentang perambatan dan peantulan bunyi       dalam air. Isyarat bunyi yang dikeluarkan dari sebuah peralatan yang dipasang di dasar kapal memiliki kecepatan merambat rata-rata 1600 meter per detik sampai membentur dasar laut. Setelah membentur dasar laut bunyi dipantulkan dalam bentuk gema dan ditangkap melalui sebuah peralatan yang juga dipasang di dasar kapal. Jarak waktu yang diperlukan untuk perambatan dan pemantulan dapat diterjemahkan sebagai kedalaman laut. Cara ini dianggap lebih praktis, cepat dan akurat. Namun kita tidak dapat memperoleh informasi tentang suhu, jenis batuan dan tanda-tanda kehidupan di dasar laut.

Pengertian dan Penjelasan tentang Hujan



A.PENGERTIAIN HUJAN
       Hujanadalah sebuah PREPITASI berwujud cairan, berbeda dengan presipitasi non-cair seperti salju, batu es dan slit. Hujan memerlukan keberadaan lapisan atmosfer tebal agar dapat menemui suhu di atas titik leleh es di dekat dan di atas permukaan Bumi.
       Di Bumi, hujan adalah proses kondensasi uap airdi atmosfer menjadi butir airyang cukup berat untuk jatuh dan biasanya tiba di daratan. Dua proses yang mungkin terjadi bersamaan dapat mendorong udara semakin jenuh menjelang hujan, yaitu pendinginan udara atau penambahan uap air ke udaraButir hujan memilik ukuran yang beragam mulai dari pepat, mirip panekuk (butir besar), hingga bola kecil (butir kecil).
                                    
B.PROSES PEMBENTUKAN HUJAN
       Pada penjelasan ini saya akan mencoba membahas proses pembentukan hujan menurut agama islam yang juga dapat diterima logika.
TAHAP KE-1: "Dialah Allah Yang mengirimkan angin..."
    Gelembung-gelembung udara yang jumlahnya tak terhitung yang dibentuk dengan pembuihan di lautan, pecah terus-menerus dan menyebabkan partikel-partikel air tersembur menuju langit. Partikel-partikel ini, yang kaya akan garam, lalu diangkut oleh angin dan bergerak ke atas di atmosfir. Partikel-partikel ini, yang disebut aerosol, membentuk awan dengan mengumpulkan uap air di sekelilingnya, yang naik lagi dari laut, sebagai titik-titik kecil dengan mekanisme yang disebut "perangkap air".

TAHAP KE-2: “...lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal...“
    Awan-awan terbentuk dari uap air yang mengembun di sekeliling butir-butir garam atau partikel-partikel debu di udara. Karena air hujan dalam hal ini sangat kecil (dengan diamter antara 0,01 dan 0,02 mm), awan-awan itu bergantungan di udara dan terbentang di langit. Jadi, langit ditutupi dengan awan-awan.

TAHAP KE-3: "...lalu kamu lihat air hujan keluar dari celah-celahnya...“
     Partikel-partikel air yang mengelilingi butir-butir garam dan partikel -partikel debu itu mengental dan membentuk air hujan. Jadi, air hujan ini, yang menjadi lebih berat daripada udara, bertolak dari awan dan mulai jatuh ke tanah sebagai hujan.
     Butiran hujan memiliki beragam ukuran mulai dari diameter rata-rata 01 millimetre (0.039 in) hingga 9 millimetre (0.35 in), di atas itu butiran akan terpisah-pisah. Butiran kecil disebut butiran awan dan berbentuk bola. Butiran hujan besar semakin pepat di bawah seperti roti hamburger, butiran terbesar berbentuk mirip parasut. Butiran hujan terbesar di Bumi tercatat di Brasildan Kepulauan Marshall pada tahun 2004—beberapa di antaranya sebesar 10 millimetre (0.39 in). Ukuran besar ini disebabkan oleh pengembunan partikel asapbesar atau tabrakan antara sekelompok kecil butiran dengan air tawar yang banyak.

C.JENIS-JENIS HUJAN
     -Berdasarkan proses terjadinya
  1.  Hujan siklonal, yaitu hujan yang terjadi karena udara panas yang naik disertai dengan angin berputar.
  2. Hujan zenithal, yaitu hujan yang sering terjadi di daerah sekitar ekuator, akibat pertemuan Angin Pasat Timur Laut dengan Angin Pasat Tenggara. Kemudian angin tersebut naik dan membentuk gumpalan-gumpalan awan di sekitar ekuator yang berakibat awan menjadi jenuh dan turunlah hujan.
  3. Hujan orografis, yaitu hujan yang terjadi karena angin yang mengandung uap air yang bergerak horisontal. Angin tersebut naik menuju pegunungan, suhu udara menjadi dingin sehingga terjadi kondensasi. Terjadilah hujan di sekitar pegunungan.
  4. Hujan frontal, yaitu hujan yang terjadi apabila massa udara yang dingin bertemu dengan massa udara yang panas. Tempat pertemuan antara kedua massa itu disebut bidang front. Karena lebih berat massa udara dingin lebih berada di bawah. Di sekitar bidang front inilah sering terjadi hujan lebat yang disebut hujan frontal.
  5. Hujan muson atau hujan musiman, yaitu hujan yang terjadi karena Angin Musim (Angin Muson). Penyebab terjadinya Angin Muson adalah karena adanya pergerakan semu tahunan Matahari antara Garis Balik Utara dan Garis Balik Selatan. Di Indonesia, hujan muson terjadi bulan Oktober sampai April. Sementara di kawasan Asia Timur terjadi bulan Mei sampai Agustus. Siklus muson inilah yang menyebabkan adanya musim penghujan dan musim kemarau.
     -Berdasarkan Ukuran Butirannya
  1. Hujan gerimis / drizzle, diameter butirannya kurang dari 0,5 mm
  2. Hujan salju, terdiri dari kristal-kristal es yang suhunya berada dibawah 0° Celsius
  3. Hujan batu es, curahan batu es yang turun dalam cuaca panas dari awan yang suhunya dibawah 0° Celsius
  4. Hujan deras/rain, curahan air yang turun dari awan dengan suhu diatas 0° Celsius dengan diameter ±7 mm.

     -Berdasarkan Besar Curah Hujan(Definisi BMKG)
  1. hujan sedang, 20 – 50 mm per hari
  2. hujan lebat, 50-100 mm per hari
  3. hujan sangat lebat, di atas 100 mm per hari


D.PENGUKURAN HUJAN
     Cara standar untuk mengukur curah hujan atau curah salju adalah menggunakan pengukur hujan standar, dengan variasi plastik 100-mm (4-in) dan logam 200-mm (8-in). Tabung dalam diisi dengan 25 mm (0.98 in) hujan, limpahannya mengalir ke tabung luar. Pengukur plastik memiliki tanda di tabung dalam hingga resolusi 025 mm (0.98 in), sementara pengukur logam membutuhkan batang yang dirancang dengan tanda 025 mm (0.98 in). Setelah tabung dalam penuh, isinya dibuang dan diisi dengan air hujan yang tersisa di tabung luar sampai tabung luar kosong, sehingga menjumlahkan total keseluruhan sampai tabung luar kosong.
     Jenis pengukuran lain adalah pengukur hujan sepatu yang populer (pengukur termurah dan paling rentan), ember miring, dan beban.Untuk mengukur curah hujan dengan cara yang murah, kaleng silindris dengan sisi tegak dapat dipakai sebagai pengukur hujan jika dibiarkan berada di tempat terbuka, namun akurasinya bergantung pada penggaris yang digunakan untuk mengukur hujan. Semua pengukur hujan tadi dapat dibuat sendiri dengan pengetahuan yang memadai.
     Ketika penghitungan curah hujan dilakukan, berbagai jaringan muncul di seluruh Amerika Serikat dan tempat lain ketika penghitungan curah hujan dapat dikirimkan melalui Internet, seperti COCORAHS atau GLOBE.Jika jariingan Internet tidak tersedia di daerah tempat tinggal, stasiun cuaca terdekat atau kantor meteorologi akan melakukan penghitungan.
Satu milimeter curah hujan sama dengan satu liter air per meter persegi. Ini menyederhanakan penghitungan kebutuhan air untuk pertanian. 

Pengertian dan Penjelasan Tata Surya



A.PENGERTIAN TATA SURYA
Tata Surya adalah kumpulan benda-benda langit yang terdiri dari sebuah bintang besar yang disebut matahari,dan semua objek yang terikat oleh gaya grafitasinya.Objek-objek tersebut adalah  delapan buah planet yang sudah diketahui dengan orbit berbentukelips,lima planet kerdil/katai, 173 satelit alami yang telah diidentifikasi,dan jutaan benda langit (meteor, asteroid, komet) lainnya.Tata Surya (Solar System),atau yang juga disebut Keluarga Matahari (The sun and its family), adalah suatu sistem yang teridiri dari Matahari sebagai pusat Tata Surya itu dan di kelilingi dengan planet-planet, komet (bintang berekor), meteor (bintang beralih), satelit, dan asteroid.

B.TERBENTUKNYA TATA SURYA
            Ada sekian banyak teori yang dicetuskan oleh para ahli,Namun disini saya hanya memuat beberapa teori yang paling terpercaya:

1.Teori Nebule atau teori kabut, yang dikemukakan ole Immanuel Kant (1749-1827) dan Piere Simon de Laplace (1796).
       Matahari dan planet berasal dari sebuah kabut pijar yang berpilin di dalam jagat raya, karena pilinannya itu berupa kabut yang membentuk bulat seperti bola yang besar, makin mengecil bola itu makin cepat putarannya. Akibatnya bentuk bola itu memepat pada kutubnya dan melebar di bagian equatornya bahkan sebagian massa dari kabut gas menjauh dari gumpalan intinya dan membentuk gelang-gelang di sekeliling bagian utama kabut itu, gelang-gelang itu kemudian membentuk gumpalan padat inilah yang disebut planet-planet dan satelitnya. Sedangkan bagian tengah yang berpijar tetap berbentuk gas pijar yang kita lihat sekarang sebagai matahari.
       Teori kabut ini telah dipercaya orang selama kira-kira 100 tahun, tetapi sekarang telah benyak ditinggalkan karena: (1) tidak mampu memberikan jawaban-jawaban kepada banyak hal atau masalah di dalam tata surya kita dan (2) karena munculnya banyak teori baru yang lebih memuaskan.
    
2. Teori Planetesimal, Thomas C. Chamberlin (1843-1928) seorang ahli geologi dan Forest R. Moulton (1872-1952) seorang astronom.
        Tata Surya kita terbentuk akibat adanya bintang lain yang lewat cukup dekat dengan Matahari, pada masa awal pembentukan Matahari. Kedekatan tersebut menyebabkan terjadinya tonjolan pada permukaan Matahari, dan bersama proses internal Matahari, menarik materi berulang kali dari Matahari. Efek gravitasi bintang mengakibatkan terbentuknya dua lengan spiral yang memanjang dari Matahari. Sementara sebagian besar materi tertarik kembali, sebagian lain akan tetap di orbit, mendingin dan memadat, dan menjadi benda-benda berukuran kecil yang mereka sebut planetisimal dan beberapa yang besar sebagai protoplanet. Objek-objek tersebut bertabrakan dari waktu ke waktu dan membentuk planet dan bulan, sementara sisa-sisa materi lainnya menjadi komet dan asteroid.

3. Teori Pasang Surut, Sir James Jeans (1877-1946) dan Harold Jeffreys (1891) keduanya dari Inggris, teori ini hampir sama dengan teori Planetesimal.
       Planet dianggap terbentuk karena mendekatnya bintang lain kepada Matahari. Keadaan yang hampir bertabrakan menyebabkan tertariknya sejumlah besar materi dari Matahari dan bintang lain tersebut oleh gaya pasang surut bersama mereka, yang kemudian terkondensasi menjadi planet.
       Setelah bintang itu berlalu dengan gaya tarik bintang yang besar pada permukaan matahari terjadi proses pasang surut seperti peristiwa pasang surutnya air laut di bumi akibat gaya tarik bulan. Sebagian massa matahari itu membentuk cerutu yang menjorok kearah bintang itu mengakibatkan cerutu itu terputus-putus membentuk gumpalan gas di sekitar matahari dengan ukuran yang berbeda-beda, gumpalan itu membeku dan kemudian membentuk planet-planet.
Teori ini menjelaskan mengapa planet-planet di bagian tengah seperti Yupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus merupakan planet raksasa sedangkan di bagian ujungnya merupakan planet-planet kecil. Kelahiran kesembilan planet itu karena pecahan gas dari matahari yang berbentuk cerutu itu maka besarnya planet-planet iti berbeda-beda yang terdekat dan terjauh besar tetapi yang di tengah lebih besar lagi.

Namun astronom Harold Jeffreys tahun 1929 membantah bahwa tabrakan yang sedemikian itu hampir tidak mungkin terjadi.Demikian pula astronom Henry Norris Russell mengemukakan keberatannya atas hipotesis tersebut.


4.Teori Awan Debu, dikemukakan oleh Carl von Weizsaeker (1940) kemudian disempurnakan oleh Gerard P Kuiper (1950).
       Tata surya terbentuk dari gumpalan awan gas dan debu. Gumpalan awan itu mengalami pemampatan, pada proses pemampatan itu partikel-partikeldebu tertarik ke bagian pusat awan itu membentuk gumpalan bola dan mulai berpilin dan kemudian membentuk cakram yang tebal di bagian tengah dan tipis di bagian tepinya. Partikel-partikel di bagian tengah cakram itu saling menekan dan menimbulkan panas dan berpijar, bagian inilah yang kemudian menjadi matahari. Sementara bagian yang luar berputar sangat cepat sehingga terpecah-pecah menjadi gumpalan yang lebih kecil, gumpalan kecil ini berpilin pula dan membeku kemudian menjadi planet-planet.

5.Teori Bintang Kembar,dikemukakan oleh Fred Hoyle (1915-2001) pada tahun 1956
       Tata Surya kita berupa dua bintang yang hampir sama ukurannya dan berdekatan yang salah satunya meledak meninggalkan serpihan-serpihan kecil. Serpihan itu terperangkap oleh gravitasi bintang yang tidak meledak dan mulai mengelilinginya.

C.SEJARAH PENEMUAN TATA SURYA
Lima planet terdekat ke Matahari selain Bumi (MerkuriusVenusMarsYupiter dan Saturnus) telah dikenal sejak zaman dahulu karena mereka semua bisa dilihat dengan mata telanjang. Banyak bangsa di dunia ini memiliki nama sendiri untuk masing-masing planet.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pengamatan pada lima abad lalu membawa manusia untuk memahami benda-benda langit terbebas dari selubung mitologi. Galileo Galilei (1564-1642) dengan teleskop refraktornya mampu menjadikan mata manusia "lebih tajam" dalam mengamati benda langit yang tidak bisa diamati melalui mata telanjang.
Karena teleskop Galileo bisa mengamati lebih tajam, ia bisa melihat berbagai perubahan bentuk penampakan Venus, seperti Venus Sabit atau Venus Purnama sebagai akibat perubahan posisi Venus terhadap Matahari. Penalaran Venus mengitari Matahari makin memperkuat teori heliosentris, yaitu bahwa Matahari adalah pusat alam semesta, bukan Bumi, yang sebelumnya digagas oleh Nicolaus Copernicus (1473-1543). Susunan heliosentris adalah Matahari dikelilingi oleh Merkurius hingga Saturnus.
Teleskop Galileo terus disempurnakan oleh ilmuwan lain seperti Christian Huygens (1629-1695) yang menemukan Titan, satelit Saturnus, yang berada hampir 2 kali jarak orbit Bumi-Yupiter.
Perkembangan teleskop juga diimbangi pula dengan perkembangan perhitungan gerak benda-benda langit dan hubungan satu dengan yang lain melalui Johannes Kepler (1571-1630) dengan Hukum Kepler. Dan puncaknya, Sir Isaac Newton (1642-1727) dengan hukum gravitasi. Dengan dua teori perhitungan inilah yang memungkinkan pencarian dan perhitungan benda-benda langit selanjutnya
Pada 1781William Herschel (1738-1822) menemukan Uranus. Perhitungan cermat orbit Uranus menyimpulkan bahwa planet ini ada yang mengganggu. Neptunusditemukan pada Agustus 1846. Penemuan Neptunus ternyata tidak cukup menjelaskan gangguan orbit Uranus. Pluto kemudian ditemukan pada 1930.
Pada saat Pluto ditemukan, ia hanya diketahui sebagai satu-satunya objek angkasa yang berada setelah Neptunus. Kemudian pada 1978, Charon, satelit yang mengelilingi Pluto ditemukan, sebelumnya sempat dikira sebagai planet yang sebenarnya karena ukurannya tidak berbeda jauh dengan Pluto.
Para astronom kemudian menemukan sekitar 1.000 objek kecil lainnya yang letaknya melampaui Neptunus (disebut objek trans-Neptunus), yang juga mengelilingi Matahari. Di sana mungkin ada sekitar 100.000 objek serupa yang dikenal sebagai Objek Sabuk Kuiper (Sabuk Kuiper adalah bagian dari objek-objek trans-Neptunus). Belasan benda langit termasuk dalam Objek Sabuk Kuiper di antaranya Quaoar (1.250 km pada Juni 2002), Huya (750 km pada Maret 2000), Sedna(1.800 km pada Maret 2004), OrcusVestaPallasHygieaVaruna, dan 2003 EL (1.500 km pada Mei 2004).
Penemuan 2003 EL61 cukup menghebohkan karena Objek Sabuk Kuiper ini diketahui juga memiliki satelit pada Januari 2005 meskipun berukuran lebih kecil dari Pluto. Dan puncaknya adalah penemuan UB 313 (2.700 km pada Oktober 2003) yang diberi nama oleh penemunya Xena. Selain lebih besar dari Pluto, objek ini juga memiliki satelit.

D.ANGGOTA TATA SURYA
     -Matahari
       Matahari adalah bintang induk Tata Surya dan merupakan komponen utama sistem Tata Surya ini. Bintang ini berukuran 332.830 massa bumi. Massa yang besar ini menyebabkan kepadatan inti yang cukup besar untuk bisa mendukung kesinambungan fusi nuklirdan menyemburkan sejumlah energi yang dahsyat. Kebanyakan energi ini dipancarkan ke luar angkasa dalam bentuk radiasi eletromagnetik, termasuk spektrum optik.
       Matahari adalah pusat dari Tata Surya. Matahari merupakan sebuah bintang yang tidak berbeda dengan bintang lainnya.
v Matahari adalah suatu bola gas panas   yang memancarkan sendiri sumber   energinya ke segala arah.
v Matahari merupakan pusat Tata Surya.
v Bagi kita matahari itu super besar, tetapi   ternyata di jagat raya Matahari termasuk   bintang yang berukuran kecil.
v Ukuran garis tengahnya 100 kali lebih   besar dari bumi, sehingga jika Matahari   itu kita anggap sebagai wadah kosong.
v Matahari dapat menampung lebih 1 juta bumi.
v Matahari dan energi yang dipancarkannyalah yang menjamin kehidupan manusia di muka bumi.
     -Planet-Planet
          1.Merkurius
     Merkurius adalah planet dalam yang terkecil dan termasuk paling dekat dengan Matahari, jarak rata-rata ke Matahari 58 juta Km, dan memiliki garis tengah 4.880 Km.Mercurius tidak mengandung atmosfer, suhu disekitar planet berkisar antara -200 C _ +400 C. Grafitasi mercurius kurang lebih hanya sepertiga kali grafitasi bumi.
 
2.Venus
     Planet Venus merupakan planet terdekat dengan Bumi yang memiliki garis tengah 12.104 km. Jarak rata-rata ke Matahari 106 km, periode revolusinya 224 hari, gravitasi venus 2300 dan tekanan udaranya 20 atmosfer ( 20 kali tekanan udara di bumi ), permukaan Venus ditutupi awan tebal sehingga mencapai 48 km. Yang menarik hasil pengamatan beberapa pesawat ruang angkasa terdapat formasi batuan muda dan pegunungan tua, atmosfernya berwujud debu kering yang meliputi CO2,N dan O2 .
 
3.Bumi
     Bumi merupakan planet urutan ketiga, dan satu-satunya planet yang dihuni oleh mahluk hiup dan terdiri komposisi sebagai berikut :Lapisan biosfer,teridri dari unsure nikel dan ferum, dan tebalnya ±3.470 Km.
     lapisan antara ± tebalnya 1.700 Km dan terdiri dari batuan meteorit.
Lapisa litosfer, yang terdiri dari lapisan Si al karena terdiri dari SiO2 dan Al2 dan O3  dan bagian Si ma terdiri dari Si O2 dan Mg0 serta Al 2 O3, Tebal antara Sial dan Sima tidak teratur, dipegunungan letaknya sangat dalam sedangkan di laut  bagian Si al langsung berhubungan dengan Si ma.
     Planet bumi merupakan planet yang istimewa, karena bumi bukan hanya tempa hidup dan kehidupan manusia semata tetapi juga mahluk hidup lainya berkembang biak dengan baik
Planet Bumi memilki satelit yaitu Bulan.
 
4.Mars
     Mars dilihat dari lintasannya antara Bumi dan Matahari, juga termasuk planet yang terdekat dengan Bumi, jarak rata-rata planet Mars dengan Matahari 228 km, beredar mengelilingi Matahari dalam waktu 687 hari, waktu rotasinya 24 jam 37 menit 21 detik. Sperti planet lain Mars memiliki dua satelit, yaitu 1. Deimos berdimensi 10x12x16km dan periode orbitnya 30,3 hari. Deiomos terbit dan terbenam seperti Bulan di Bumi.
 
5.Yupiter
     Yupiter adalah merupakan planet terbesar dengan diameternya 130.000 km. Jarak rata-rata ke matahari 5,2 SA atau ±778 juta km, dan struktur yupiter hamper sama dengan struktur Matahari, yang kebanyakan terdiri dari hydrogen serta campurannya adalah NH3, amoniak, helium, dan metan.
 
6.Saturnus
     Planet Saturnus planet besar kedua setelah Yupiter, jarak rata-rata ke Matahari ±1.426 juta km, kala revolusi planet ini 29,5 tahun dan waktu yang diperlukan untuk berputar pada sumbunya 10 jam. Saturnus memiliki 17 satelit yang paling menonjol adalah Titan, Tethys, Rea, Dione,  dan tiga cincin yang indah, ketiga cincinnya adalah terurai sebagai berikut:
q   Cincin A merupakan cincin luar garis tengahnya 260.000 km.
q   Cincin B merupakan cincin tengah garis tengahnya rata-rata 152.000 km.
q   merupakan cincin dalam garis tengahnya 160.000 km.
         
7.Uranus
     Planet Uranus jarak rata dengan Matahari ±2.869 juta km, beredar mengelilingi Matahari dalam waktu 84 tahun dengan kecepatan rotasinya 11 jam. Planet ini berdiameter 49.700 km, pada planet ini ditemukan unsur helium, hidrogen dan metan. Planet ini mempunyai 5 satelit yaitu, Miranda,Ariel, Umbriel, Titania, dan Oberon. Keistimewaan planet ini letak sumbu rotasinya sebidang dengan bidang revolusi Pada Uranus matahari bergesar dari Utara ke kutub Selatan dalm periode revolusinya.
 
8.Neptunus
     Planet Neptunus adalah merupakan planet yang terjauh dengan Matahari, jaraknya 4.495 jutakm dengan Matahari,dan beredar mengelilingi Matahari dalam waktu 165 hari waktu rotasinya 15 jam. Satelit yang dimiliki Neptunus ada dua yaitu Triton yang berdiameter 4.000 km, mempunyai atmosfer, dan bentuknya mirip Pluto, sedangkan Nereid diameternya 2000 km, letaknya lebih jauh dari Bumi bila dibandingkan dengan Triton.
 
     -Asteroid
     Asteroid merupakan materi batuan yang kedudukannya terletak diantara Mars dan Yupiter. Materi dari Astroid tersebut sebagian gagal menjadi planet karena adanya gaya gravitasi Yupiter yang sangat kuat dan berlangsung secara terus menghancurkan sebagian materinya. Akibatnya hamparan materi itu menjadi sabuk asteroid, yang sekarang menjadi bongkahan cincin raksasa dan serpihan batuan.
     Asteroid menempati sabuk utama yang berada diantara orbit Mars dan Jupiter. Asteroid pertama kali ditemukan 1 januari 1801. Di antara pecahannya batuan terbesar dinamakan Ceres yang bergaris tengah 480 mil,mengelilingi Matahari dalam waktu 4,5 tahun.
     Asteroid juga merupakan benda angkasa yang ukurannya kecil jumlahnya milyaran. Asteroid sendiri berupa batu-batuan yang juga bergerak mengelilingi Matahari, ukurannya sangat kecil atau istilah yang lainnya disebut sebagai bintang kerdil dengan diameter lebih dari 240km.
-Komet
     Komet merupakan kumpulan bongkahan batuannyang diselubungi kabut gas, ketika mendekati Matahari Komet mengeluarkan gas yang bercahaya pada bagian kepala, dan semburan cahaya pada ekornya. Diameter komet termasuk selubung gas ±100.000 km.
Komet semakin dekat dengan Matahari, makin besar tekanan cahaya Matahari yang diterimanya dan semakin panjang ekornya.
     Ekor komet terdiri CO,CH dan gas labil CH2 dan H2O
Komet dalam bahasa Yunani artinya bintang berekor dan komet ini adalah benda angkasa yang tidak padat terbentuk dari pecahan bahan yang sangat kecil yaitu debu, temperatur dengan gas yang sangat tipis, sehingga gaya gravitasinya sangat lemah.
     Ada dua jenis komet yaitu :
1.    Komet berekor
Komet berekor yaitu komet yang lintasannya berbentuk elips, komet ini bila lintasnya dekat dengan Matahari akan melepaskan gas yang diabsorsi di daerah dingin untuk membentuk ekor.
2.    Komet tak berekor
Komet tak berekor, yaitu komet yang lintasannya sangat pendek sehingga tidak memiliki kesempatan mengabsorsi gas di daerah dingin, pada mendekati Matahari komet ini membentuk koma dan ekor.
 
     -Jutaan Benda Langit Lainya Yang Terikat Oleh Gaya Grafitasi Matahari